Dua E - Commerce Terbesar : Amazon Dan Alibaba Bersaing!




Dua E - Commerce Terbesar : Amazon Dan Alibaba Bersaing?



Hello everyone! welcome back to my blog ^^ hhe

Pada artikel ini kita akan membahas mengenai e - commerce yang saat ini bisa dibilang sangat maju dan terbesar didunia, yaitu Amazon dan Alibaba dua raksasa besar industri e - commerce yang bersaing satu sama lain untuk menjadi pemimpin pasar e - commerce global.

   Amazon memulai usahanya pada tahun 1995 sebagai toko buku online sedangkan Alibaba memulai usahanya pada tahun 1999, hampir lima tahun setelah pendirian Amazon. Sekarang kedua perusahaan telah membangun kehadiran merek yang kuat di wilayah asal mereka, ada persaingan ketat antara kedua raksasa teknologi ini karena mereka mencari pasar baru untuk melakukan ekspansi.



Sekilas Tentang Amazon
  

  Amazon sendiri adalah sebuah perusahaan perdagangan elektronik multinasional yang berkantor pusat di Seattle Washington Amerika Serikat. Didirikan oleh Jedd Bezos pada tahun 1994, Amazon adalah perusahaan e-commerce dan cloud komputasi terbesar di dunia, diikuti oleh perusahaan lain seperti Facebook, Google, dan Apple. Perusahaan ini memiliki situs web ritel terpisah untuk negara dan juga mengirimkan produk ke negara lain.

Sekilas Tentang Alibaba

  


  Alibaba didirikan pada tahun 1999 oleh Jack Ma, Alibaba adalah pengecer terbesar di dunia, dan juga salah satu platform bisnis internet terbesar dengan operasi di lebih dari 200 negara. Ini menyediakan layanan bisnis ke konsumen (B2C), konsumen ke konsumen (C2C) dan bisnis ke bisnis (B2B). Dengan E-commerce menjadi kegiatan bisnis utamanya, Alibaba juga memiliki produk lain seperti perdagangan seluler, transfer uang online, dan hosting lelang online.

Perkembangan Bisnis Alibaba Meroket




  Sejak dua tahun terakhir, perusahaan milik Jack Ma ini gencar mengepakkan sayap dan memperluas cakupan bisnis, salah satunya dengan mendirikan Alibaba Music Group yang menaungi musisi China.

  Tahun lalu, Alibaba membeli saham S.M. Entertainment, agensi artis K-Pop terbesar di Korea Selatan. Satu langkah konkrit yang dilakukan untuk menguasai pasar Asia. Selain itu, dukungan hedge fund atau pembelian saham Alibaba sedang marak dilakukan.
 
  Kemajuan pesat yang dialami Alibaba tidak terlepas dari kekuatan belanja China dan dukungan pemerintah China. Pemerintah China menerapkan sistem larangan adanya perusahaan teknologi asing.

  Ini sangat memudahkan Alibaba untuk menguasai pasar domestik China. Selain itu, hal Ini menunjukkan bahwa China mampu menempati posisi penting di ruang internet serta mampu bersaing dengan perusahaan e-commerce yang biasa di dominasi perusahaan teknologi asal Amerika.

  Upaya lain yang dilakukan Alibaba yaitu tidak hanya terfokus mengandalkan bisnisnya dalam bentuk online saja. Alibaba pun melakukan bisnis penjualan offline yang jadi salah satu strategi pengembangan bisnis ritelnya.

  Ini membuat Alibaba berada pada posisi aman dalam meningkatkan bisnis ritelnya.

  Pergerakan Alibaba sangat cepat dan liar, baru-baru ini Alibaba berinvestasi sebesar Rp14,7 triliun di Tokopedia salah satu online shop terbesar asal Indonesia. Sebelumnya Alibaba berhasil menguasai Lazada.



Tak Mau Kalah, Ini Upaya Yang Dilakukan Amazon





  Salah satu kekurangan perusahaan Amazon asal AS ini yaitu sangat menghindari terjun langsung di bisnis offline karena menurutnya bisnis ini tidak efisien. Namun, di Asia khususnya di China, bisnis offline tetap menarik.

  Ini membuka pandangan baru bagi Amazon, ada usaha lain yang dilakukan Amazon untuk mengembangkan layarnya di tataran Asia, khususnya Asia Tenggara.
 
  Masyarakat kelas menengah di Asia Tenggara berkembang pesat dan menjadi target pertempuran para raksasa e-commerce.

  Menjadi alasan untuk Amazon mendirikan toko di Singapura: Prime Now. Amazon Prime Now beroperasi di luar pusat kota Singapura, memiliki gedung dengan fasilitas mewah seluas 100.000 kaki persegi.

  Fasilitas yang dimiliki Amazon tersebut diklaim merupakan fasilitas Amazon yang terbesar di dunia. Perusahaan ini juga berencana mempekerjakan ratusan pegawai di Singapura, demi memperluas layanan.
 
  Upaya ini salah satu bukti bahwa Amazon tidak hanya diam melihat aksi agresif Alibaba, bukan tak mungkin Amazon juga akan gencar menggarap pasar di seluruh kawasan Asia Tenggara setelah berhasil menguasai India.

  Meskipun demikian, Amazon dan Alibaba adalah dua raksasa e-commerce yang menjadi jagoan bagi banyak analis bisnis. Hal ini terbukti dari tidak ada satu pun dari 47 pialang besar di dunia yang merekomendasikan untuk menjual saham Amazon dan Alibaba.



Untuk lebih tahu bagaimana e - commerce yang dimiliki kedua pengusaha tersebut kalian dapat melihat langsung melalui toko online yang disediakan oleh Alibaba dan Amazon dibawah ini :


Alibaba




Amazon







    Demikianlah,yang dapat kami informasikan mengenai Amazon dan Alibaba,semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda.








Komentar

  1. BAGUS.....................................!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    BalasHapus

Posting Komentar